Posted in Catatan

Persiapan Ta’aruf: Mana CV-mu?

Hai hai….

Lama tak posting, hehe… Harap maklum, kesibukan ibu rumah tangga beranak satu yang sedang aktif-aktifnya kesana kemari ini tidak pernah berakhir kecuali si kecil tidur lelap di malam hari. Sambil curi-curi waktu di tengah-tengah rutinitas, saya ingin sekali berbagi dengan para calon suami/istri yang sedang menunggu kedatangan seorang teman hidup. Apalagi buat yang belum sama sekali ada calonnya, sabar ya, hehe…

Berangkat dari pengalaman ketika dulu taaruf dengan suami. Selain menyiapkan diri kita akan rohani dan jasmani, kita pun harus menyiapkan CV alias Curriculum Vitae juga lho. Sama seperti halnya ketika kita akan melamar pekerjaan. CV yang kita buat haruslah serius, apalagi jika kita ingin mengajukannya kepada seseorang yang kita incar, wow, berharap melalui CV itu kita bisa berlanjut pada proses taaruf berikutnya.

Nah, sebenarnya seperti apa sih CV khusus taaruf  yang ideal itu?

Continue reading “Persiapan Ta’aruf: Mana CV-mu?”

Posted in Catatan

Jangan Baper yaa :)

muslim-wedding-ideas-smaller-5

Maaf ya kali ini saya mau posting tentang NIKAH lagi, hehe…

Bukan maksud apa-apa sih, tapi saya hanya ingin memberitahukan kepada yang belum nikah, jangan terlalu baper kalau lihat pasangan-pasangan suami istri di luar sana yang sering mengunggah foto kemesraannya, hati-hati lhoo, bisa stress, hihi😀

Bukan itu sih yang saya maksud. Justru berhati-hatilah kepada Anda para jombloers, jangan terjebak pada kemesraan pasangan-pasangan suami istri itu, apalagi lihat yang baru nikah muda. Uuuh kayanya, sooo sweeeeet banget lihatnya. Ya emang sih so sweet, karena apa-apa yang diharamkan oleh Allah kini statusnya sudah menjadi halal, iyeess!

Ada satu hal yang ingin saya ingatkan kepada para calon istri, calon suami, maupun yang belum pada punya calon, bahwa nikah itu butuh iman dan ilmu, bukan butuh cinta dan semangat doang. Iman akan menunjukanmu pada calon yang kamu butuhkan, yaitu yang paling baik agamanya,.sedangkan ilmu, ilmu seperti apa yang dibutuhkan? Segala macam ilmu yang berkaitan dengan ibadah, pernikahan, interaksi suami istri, manajemen rumah tangga, cara mendidik anak, dan sebagainya.

Jauhkan pikiranmu dari imajinasi tingkat tinggi ala drama korea, bahwa pernikahan tidak selamanya dan tidak selalu indah. Mungkin indah pada saat di awal, apalagi bagi para pasangan yang menikah karena masa taarufnya yang singkat. Pernikahan adalah salah satu tahapan kehidupan manusia. Oleh karena itu pasti Allah akan memberikan ujian hidup pada setiap hambanya, apakah ia akan bisa bertahan dan lolos melewati ujian itu atau justru gugur. Semuanya sudah diatur oleh Allah, dan jika keimanan kita yang mengantarkan pada proses itu, sudah pasti haruslah bisa melewati itu semua.

Ujian pada rumah tangga bisa bermacam-macam, entah itu dari sifat atau sikap pasangan yang jauh berbeda dengan kita, sikap mertua atau keluarga pasangan, dan tentu saja materi. Materi mungkin yang mendominasi adanya konflik rumah tangga pada saat awal, apalagi para pasangan yang menikah di usia muda, yang masih jauh dari kemapanan materi. Sebagai suami atau istri, tentunya, jangan terjebak pada emosi dan ego sesaat. Justru ini yang akan melibatkanmu pada kesulitan dan kerumitan hidup rumah tangga.

Semua ini adalah ujian dari Allah sebagai bentuk kasih sayangNya pada hamba-hambaNya. Apakah dengan ujian ini ia semakin dekat padaNya atau justru malah menjauh. Heran dengan para pasangan yang ketika diberi ujian kecil, namun dengan cepat memutuskan untuk pisah ranjang, padahal usia pernikahan baru seumur jagung. Ini juga menandakan bahwa pola pikirnya belumlah matang atau dewasa. Jika saja pernikahannya dilandasi dengan keimanan yang kokoh, pasti kedewasaannya pun semakin matang dan bijak.

Makanya, jangan menikah karena bermodal cinta apalagi nafsu belaka. Bangunlah cinta dan pernikahan diatas pondasi iman yang kokoh. Maka, akan kokoh pula ikatan pernikahan itu, karena Allah Sang Pemilik Cinta yang menaunginya.

So, para jomblo jangan baper ya kalau lihat pasangan yang pamer kemesraan. Pernikahan itu ujiannya bermacam-macam. Persiapkan dirimu, persiapkan imanmu. Luruskan niat hanya untuk ridho Allah. InsyaAllah, pernikahan akan menyambutmu dengan keberkahan. Wallahu’alam bisshawab.

Posted in Catatan, It's ME, Uncategorized

Our Meeting

Entah kenapa ingin sekali menulis tentang hari-hari ketika aku dan suami pertama berkenalan, bertemu, dan akhirnya menikah. Mungkin karena awal tahun 2016 ini, banyak sekali teman-temanku yang sudah menemukan jodohnya, alhamdulillah… Jadinya serasa ingin mengulang masa-masa taaruf saat itu, hihi… Well, let me share a little story about us:

#140614

Sore itu, entahlah kenapa hati terasa begitu galau (eaa…). Curhatlah aku dengan seorang sahabatku tentang perasaan waktu itu, tentang cerita-cerita yang sempat terjadi di antara kami berdua, dan tentang masa depan.

Continue reading “Our Meeting”

Posted in Segores Pena, Uncategorized

Sebingkai Cerita Tentangmu, Aku Rindu!

Rindu. Hanya ada satu kata yang kurasa saat ini. Ya, rindu!

***

“Teeeh…..” biasanya panggilan itu terdengar nyaring tiap waktu, menggema dalam sudut ruang jiwaku. Hingga kadang aku merasa kesal karena kenapa hanya aku saja yang dipanggil, bukan “Niiit….” atau “Leeen….”. Tetapi kadang aku berpikir, mungkin karena aku lebih bisa menolongnya dibandingkan kedua adikku.

***

Continue reading “Sebingkai Cerita Tentangmu, Aku Rindu!”

Posted in Uncategorized

Rumahku, dimana?

Hello Wednesday…

Hari-hari menjadi ibu rumah tangga memang selalu berada di atas rel yang lurus. Entahlah. Kadang bosan? Iya, jujur aja. Tapi itulah ibu, wanita yang punya tugas mulia untuk mengurus anak & suami, juga rumah. Jadi, nikmatin aja….Lagipula itu pilihanku untuk menjadi ibu rumah tangga dan bukan wanita karir. Lho kenapa? Karena jadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang mudah. Lha terus ngapain kuliah tinggi-tinggi kalau akhirnya ngurus rumah dan anak, semua perempuan juga bisa, bahkan perempuan yang tidak berpendidikan sekalipun. Beda lah, wong beda orang, beda pemikiran, beda didikan, pasti beda semuanya. Jadi ibu rumah tangga juga butuh ilmu, means cara mendidik anak dan cara mengurus rumah tangga pun akan sesuai dengan ilmu yang dia dapat. Jadi, ibu rumah tangga pun butuh sekolah tinggi, tapi bukan Fakultas Ibu Rumah Tangga juga ya, hehehe….you know what I mean?

Well anyway, itu cuma prolog aja sih sebenernya. Gara-gara tadi baru habis baca artikel, menjadi ibu rumah tangga profesional dengan gaji surga. Hehe. So, what I’m going to talk? Aku cuma pengen nulis tentang rumah. Ya, Rumah! Impian semua ibu rumah tangga adalah punya rumah sendiri. Bukan rumah kontrakan, rumah orang tua apalagi pondok mertua indah. Heuheu.

Rumah adalah tempat berlindung bagi manusia dari panasnya matahari, dari dinginnya malam, dari basahnya hujan, dari kencangnya angin. Rumah adalah tempat berkumpulnya keluarga, saling berbagi suka dan duka, yang menyimpan kenangan bersama.

Aku sendiri sampai saat ini belum punya rumah setelah berumah tangga. Wajar ya, masih tahap awal berumah tangga. Masih ngos-ngosan, hehe. Tetapi aku dan suami selalu mengusahakannya. Ini adalah impian pertama kami. Apalagi kami sudah punya anak, rasanya tak enak tinggal terus di rumah orang tua atau ruko yang selama 9 bulan ini kami tempati.

Rumah adalah impian setiap keluarga. Begitu pula dengan kami yang sudah berumah tangga dan tidak lagi tinggal bersama orang tua. Hanya saja untuk mendapatkan rumah tidaklah mudah. Apalagi di zaman kapitalisme yang serba sulit seperti sekarang. Membeli rumah baru butuh puluhan, ratusan, bahkan milyaran rupiah. Akan tetapi banyak usaha properti yang menawarkan kemudahan, seperti misalnya kredit pemilikan rumah (KPR). Biasanya perusahaan properti ini bekerja sama dengan bank. Sehingga konsumen mendapatkan kemudahan dengan mencicil untuk bisa membeli rumah dalam jangka waktu yang cukup panjang. Akan tetapi, sistem keuangan negeri ini ditopang oleh ekonomi kapitalisme, sehingga segala sesuatunya menjadi lebih rumit, misalnya terdapat bunga di KPRnya. Padahal bunga atau riba diharamkan Allah swt. Banyak terdapat ayat yang mengharamkan bahaya riba dan konsekuensi akibat memakan harta riba di dunia.

Itulah yang menjebak kaum Muslimin sekarang. Terjebak dalam jerat sistem kapitalisme yang dapat menumpuk dosa besar yang tidak terasa. Ahh sulit memang hidup di zaman sekarang. Untuk mendapatkan tempat perlindungan pun masa harus terjerat riba. Iih naudzubillah

Tapi alhamdulillah sih, sekarang banyak perusahaan properti dan developer yang sesuai dengan syariah, sehingga kaum muslimin di negeri ini mendapat kemudahan tanpa riba dan tanpa akad yang bathil. Ahh…semoga bisa cepet kesampaian beli rumah sendiri. Entah melalui KPR syariah, atau hasil tabungan sendiri, ups sama suami maksudnya.

Ahh…Ya Allah, semoga Engkau mudahkan selalu usaha kami untuk mendapat rumah kami, surga kami di dunia, tanah kami untuk menanam dan menumbuhkan benih-benih kebaikan. Mudahkan kami ya Allah, agar kami bisa didik anak-anak kami menjadi anak-anak cemerlang yang shaleh di rumah kami sendiri. Aamiin….

rumah2bminimalis2b1
rumahku, surgaku, biar kecil tapi punya sendiri, hehe

 

 

 

Posted in It's ME

Senangnya Merawat Bayi :3

Gak kerasa, Mashel sudah mau masuk bulan ke-5. Kurang lebih sebulan lagi, Mashel akan masuk tahap pemberian MPASI. Yeaa….

Jadi orangtua baru emang susah-susah gampang. Apalagi di awal-awal setelah melahirkan. Rasanya emang cape banget, setelah berjuang mengeluarkan ‘makhluk kecil’ dari dalam rahim, dan seketika itu juga, sebagai ibu, harus siap untuk merawatnya di dunia barunya. Mulai dari menggendong, menimang, memberinya makan, meredakan tangisnya dan menidurkannya. Rasa nyeri setelah melahirkan normal belum reda dan kita harus siaga 24 jam untuk merawatnya. Jadi orang tua memang butuh ilmu, atau setidaknya referensi dari keluarga terdekat misalnya orang tua kita.

Beruntunglah bagi para orang tua baru yang senantiasa didampingi oleh orang tuanya untuk merawat sang buah hati pertamanya. Aku sendiri emang masih didampingi oleh orang tuaku. Setelah melahirkan di rumah sakit, aku dan suami memutuskan untuk tinggal kembali di rumah ayahku. Tetapi, aku tidak didampingi oleh ibuku sendiri. Beliau sudah wafat sebulan setelah aku menikah. Jadi, aku dan suami berusaha mandiri merawat bayi kami. Meskipun ada mama mertua, tapi beliau juga kikuk kembali kalau harus merawat bayi mungil yang baru brojol. Untunglah ada mbah Google, semua yang kami perlukan ada di sana. Hehehe….

Alhamdulillah, kami sih tidak menemukan kendala yang berarti ketika merawat Mashel sejauh ini. Alhamdulillah juga, Mashel tidak pernah sakit. Dia hanya sering rewel karena lapar, popok penuh, atau bosan. Apalagi di usia Mashel yang udah masuk bulan ke empat. Dia makin menggemaskan dan aktif, meskipun sering rewel karena bosan. Jadi kami harus pintar-pintar untuk bisa meredakan rengekannya. Mulai dari menyanyikan lagu untuknya, bermain tepuk tangan, mengobrol, mengaji, menelungkupkan, sampai membuat tubuhnya dalam posisi duduk.

Pada awal kelahirannya, biasanya aku dan suami bergantian untuk menjemurnya 10-15 menit karena kebutuhan bayi akan vitamin D sangat tinggi. Alhamdulillah, tubuhnya tidak terlihat kuning sama sekali. Berat badan Mashel selalu naik tiap bulan kontrol di Posyandu. Geraknya aktif dan perkembangannya normal sesuai dengan usianya. Kalau tidak salah, Mashel mulai mengoceh itu di usia satu bulan. Matanya mulai melirik ke sana kemari mengikuti benda yang ada di hadapannya di usia satu bulan. Tangannya mulai menggenggam aktif di usia 2 bulan akhir. Ia mulai membalas senyum kepada orang-orang yang berhadapan dengannya di usia 2 bulan awal. Ia juga mulai bisa menegakkan kepalanya di usia 2 bulan.

Kini Mashel senang tubuhnya di posisi duduk, bahkan ia sering menarik tubuhnya ke posisi duduk sambil marah-marah karena belum bisa. Haha. Ia mulai pandai menyebut bababa sambil memainkan bibir dan air liurnya. Mashel agak kewalahan kalau untuk menelungkupkan badannya sendiri. Mungkin karena berat badannya yang besar. Kadang juga tangannya sendiri terjepit meski tubuhnya sudah berhasil terbalik. Mashel juga senang sekali memainkan tangan orang, sekalian berlatih untuk salam tangan. Suara ketawanya mulai terdengar keras dan menggelitik.

Jadi orang tua baru memang agak ribet dan merepotkan. Karenanya butuh ilmu jikalau sesuatu terjadi pada bayi kita. Kita juga mesti tau tahapan perkembangan bayi yang normal seperti apa, agar anak kita berkembang dengan sempurna. Rasa lelah menjadi orang tua terbayarkan dengan melihat anak kita tumbuh sehat dan aktif, apalagi kalau senyum dan tawa sudah mengembang di wajahnya yang polos.

Tapi perjalanan masih panjang, semoga aku bisa menjadi orang tua yang bisa mendidik anaknya menjadi anak yang shaliha ya. Aamiin…

IMG_20151019_134751

I love you, Mashel….<3

Posted in Writing

7 Tip Meningkatkan Konsentrasi saat Menulis

Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi. Rancangan kalimat yang sudah disusun bisa saja buyar saat ada gangguan dan akhirnya batal ditulis. Mengesalkan, kan? Ada banyak hal yang bisa mengganggu konsentrasi yang kita bangun saat menulis. Faktor tersebut bisa bersumber dari diri sendiri maupun orang lain.

Menjaga dan mengembalikan konsentrasi dalam waktu singkat serta tepat merupakan kemampuan yang harus dikuasai penulis. Sulit berkonsentrasi akan menghambat kemajuan naskah yang kamu kerjakan. Oleh karena itu, untuk menjaga konsentrasimu ada tujuh tip dari Michael Purdy ini yang bisa kamu terapkan.

  1. Mengeliminasi gangguan sebelum mulai mengerjakan tulisanmu.Misalnya: email, twitter, HP, TV, dan lain-lain.
  2. Selalu proaktif.Jangan menunggu mooddatang. Ketika mendapat ide, tulislah. Bawalah catatan ke mana-mana. Jadi, ketika ingin menulis kamu bisa menorehkannya terlebih dahulu di sana.
  3. Bangun suasana menulis yang kondusif.Rapikan meja tulismu. Hiasi dindingmu dengan kover buku, penulis, atau kutipan-kutipan favorit yang bisa memotivasimu. Temukan waktu terbaik untuk menulis. Seperti apa tempat atau waktu yang paling menginspirasimu menulis?
  4. Buat deadlineuntuk tulisanmu.Proyek yang ujungnya tidak jelas akan lebih membuatmu lelah. Beri batas waktu pengerjaan naskahmu, tepati, dan selanjutnya kamu bisa pindah ke proyek menulis yang lain.
  5. Berolahragalah secara teratur.Meski menulis terlihat sebagai pekerjaan yang tidak memeras keringat, justru di situlah tantangannya. Terlalu lama duduk dan memandang laptop bisa membuat tubuhmu lelah. Melakukan pemanasan sebentar bisa membuatmu duduk lebih nyaman. Berolahraga juga akan menghasilkan tubuh bugar yang bisa bertahan lebih lama ketika menulis.
  6. Beri dirimu sendiri hadiah ketika mencapai target tertentu.Adanya hadiah bisa menjadi pemicumu untuk lebih sigap mengerjakan naskah.
  7. Berubahlah.Ubah tempatmu menulis. Misalnya jalan-jalan ke sekitar rumah dan menulis di taman. Atau jika kamu biasa mengetik di laptop, cobalah untuk mengetik di buku tulis. Perubahan suasan bisa mengembalikan momen konsentrasimu yang sempat hilang, juga membuka persepsi baru atas cerita yang sedang kamu tulis.

Semoga bermanfaat!

 

Sumber: Nulisbuku.com

Posted in Catatan

Selimut Ramadhan

Alhamdulillah ya Allah…. masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun ini. Meskipun begitu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi begitulah waktu, selalu berputar dan tak pernah ada yang bisa memintanya untuk berhenti sejenak meskipun sedetik saja.

Kehangatan bulan Ramadhan selalu sama, hanya saja selimutnya yang berganti. Ya, kata selimut hanyalah sebuah kiasan. Kiasan sebuah kehidupan.

Ada yang pergi dan akan selalu ada yang datang. Ada wajah-wajah baru menemani hidup kita yang tak pernah kita sangka sebelumnya, menghiasi bulan Ramadhan kali ini.

Begitulah kehidupan. Rodanya selalu berputar naik dan turun. Kadangkala kita berada di atas, tapi tak selamanya karena roda pun bergerak turun. Syukur dan sabar adalah obat paling manjur untuk menghadapi dunia ini.

Selimut Ramadhan selalu berganti tiap tahunnya, namun tak mengurangi kehangatannya. Allah memberkahi bulan ini, sehingga selalu ada sinar menerangi tiap insan manusia yang beriman kepada-Nya.

Ya Allah, pertemukanlah kami dengan Ramadhan-Mu di tahun berikutnya. Meski selimutnya berganti, hangatkan kami selalu dengan Ramadhan-Mu. Aamiin….

*untuk ibuku almarhumah Hetti Herawati, semoga Engkau selalu melindunginya di alam sana ya Allah dan mempertemukan kami kembali di jannah-Mu

*untuk suamiku, Faisal Anugrah Hasibuan, ini adalah Ramadhan pertama kita, sahur dan buka pertama kita, semoga kita selalu bisa menikmati Ramadhan dalam suka dan duka

*untuk buah hatiku Mashel Nadhira Ramadhani Hsb., semoga Engkau jadikan ia anak yang shaliha, yang menjadi penghibur dan syafaat bagi orang tuanya