Posted in Catatan, Menu

Heran?!

Sering aku heran oleh banyak hal yang terjadi. Banyak orang yang mengaku kalau ilmunya tinggi, pengetahuannya banyak, wawasannya luas, dan bla bla bla, tapi ketika disinggung atau disampaikan kepadanya tentang ayat-ayat Allah, pura-pura tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu. Heran?!

Kadang aku juga heran dengan sesuatu yang sebenarnya sering terjadi di masa dunia yang sudah tua ini. Al-Quran sudah turun sempurna, semua aspek kehidupan manusia secara jelas diterangkan oleh ayat-ayat Al-Quran, tetapi mengapa banyak orang masih mempertanyakan kesesuaian Al-Quran dengan zaman sekarang? Mereka banyak berkilah bahwa Islam terlalu tradisional dan kuno untuk diterapkan saat ini. Padahal bukankah Allah telah menyatakan bahwa Islam itu sempurna hingga akhir zaman. Heran?!

Heran juga diriku ini ketika melihat ada orang tua yang mengaku Muslim tetapi membiarkan anaknya dengan bangga memperlihatkan auratnya di depan umum. Entahlah apa yang dipikirkan orangtuanya saat itu. Hanya saja aku heran, kok bisa ya?! Padahal orang tuanya menutup aurat, tetapi anaknya sendiri dibiarkan terbuka auratnya. Padahal ia pasti tahu bagaimana wajibnya menutup aurat dalam Islam. Ada juga orang tua yang bangga dan membangga-banggakan anaknya yang sudah pacaran. Apakah ia tidak tahu besarnya dosa orang mendekati zina? Hmm… heran!

Dan aku pun heran, ketika ada seseorang yang telah mengkaji Islam ideologis tetapi ia tetap diam dalam barisan dan tidak bergerak seolah-olah pemahaman yang ia dapatkan itu terbang ditiup oleh angin. Dan banyak pula yang keluar dari barisan dengan banyak alasan, yang ternyata setelah diperhatikan ia lebih mementingkan urusan duniawinya (apalagi kalau bukan itu), hingga tak jarang mereka tersesat pada jalan yang lebih jauh dan gelap.

Mungkin rasa heranku ini memang menandakan betapa mundurnya cara berpikir umat Islam saat ini, sehingga mereka tidak sadar betapa lemahnya iman mereka, betapa miskinnya ilmu mereka, dan betapa tingginya hasrat mereka untuk dunia.

Namun, sering juga aku heran dengan diriku sendiri yang masih bergulat dengan permasalahan sendiri sehingga aku lalai dari amanah dakwah ini, sering juga aku kecewa dengan diriku sendiri yang belum bisa mempersembahkan yang terbaik untuk agama ini. Sehingga aku pun harus terus mengevaluasi diriku sendiri agar aku pun bisa memperbaiki umat secara bersama-sama demi agama Allah ini, sehingga umat Islam pun bisa kembali menjadi umat terbaik di muka bumi.

heran?
Advertisements

Author:

a walker of the long journey seeking for the great last place in the eternal life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s