Posted in Catatan

Wanita-wanita Ahlul Jannah (bag. 1)

#WomenandShariah

Di kutip dari buku Riyaadhush Shaalihaat hal. 163 Dari Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah Saw telah bersabda :

الا أخبركم بنسائكم من أهل الجنة ؟ الولود، الودود، العؤود على زوجها التى إذا آذت أو أوذيت جاءت حتى تأخذ بيد زوجها ثم تقول و الله لا أذوق عمضا حتى ترضى رواه النسائى “Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian yang menjadi ahlul Jannah?
yaitu al waduud, al waluud , al a’uud pada suaminya, yang jika dia menyakiti atau disakiti dia memegang tangan suaminya seraya berkata: demi Allah, saya tidak bisa tidur sampai engkau ridha”. Mari kita bahas sifat ini satu persatu…
1. Al waduud. Siapakah perempuan yang waduud itu? Wad artinya cinta, sayang, belas kasih, sementara waduud adalah wazan fa’uul, artinya yang selalu, waduud artinya yang selalu penuh cinta dan sayang pada suami, menyayangi, mencintai, menghormati suami dalam setiap keadaan, melayani dengan sepenuh jiwa, sepenuh rasa bukan seperti pembantu tapi seperti pecinta kepada yang dicintainya.
Dalam sebuah riwayat tentang wanita yang tha’at yang disebut Rasulullah Saw sebagai penghuni surga sehingga Fathimah ra puteri beliau penasaran dan mendatangi wanita itu… Itu wanita suaminya pekerja kasar, setiap hari sang Muthi’ah menyediakan handuk, air dan cambuk…
Fathimah ra bertanya, “untuk apa handuk itu?”….itu untuk melap suaminya, jadi suaminya pulang kerja dilap, dibersihkan dari segala kotoran atau sederhananya bisa dilayani mandinya…
Lalu air untuk minum, dilayani makan minumnya. “Lalu cambuk untuk apa?”
Kalau sudah malam aku menawarkan diri pada suami apakah dia membutuhkanku malam ini, jika tidak maka aku habiskan malam untuk beribadah kepada Allah, dan cambuk itu aku serahkan pada suamiku agar ia mencambukku jika ada sesuatu pelayanan tidak berkenan dihatinya…
Fathimah ra bertanya, “apakah suami wanita itu pernah menggunakan cambuk itu?” Wanita itu menjawab, “belum pernah!” bahkan suaminya menjadi semakin sayang dan cinta. Ini makna mutahabbibah, wanita yang berusaha keras mencari cinta dan keridhaan suaminya dan pada akhirnya iapun mendapatkan cinta dan ridha suaminya.
Waduud ini sifat yang harus diusahakan kita miliki, menyayangi dan mencintai suami siapapun dia, apapun pekerjaannya walaupun dia hanya tukang batu yang selalu keringatan, karena dalam keringatnya itu ada pahala menanti bagi isteri sholehah yang ingin menggapai ridha Allah dan ridha RasulNya.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk wanita yang waduud. Aamiin.
*Ustazah Mahmubah Aseri
sumber: https://www.facebook.com/KomunitasMuslimahRinduSyariahKhilafah

Advertisements

Author:

a walker of the long journey seeking for the great last place in the eternal life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s