Posted in Catatan

Putus Asa?! No Way

Pernah merasa kecewa? Pesimis?

Putus asa? Terus…

Pengen bunuh diri?

Oh NO!!

Setiap manusia pasti pernah merasa kecewa, pesimis, dan putus asa. Eitss…! Tapi ingat lho, siapa saja yang sudah merasa putus asa, artinya dia kehilangan harapan untuk hidupnya, nanti jadi temannya setan lhoo….Hiii, mau jadi temannya setan? Wiii…

Terus, bagaimana sih agar kita jauh atau setidaknya bisa mencegah rasa pesimis dan putus asa itu? Apalagi kita ini hidup sebagai seorang Muslim, yang semuanya kita bergantung pada Allah swt. saja. Berikut beberapa tips agar kita terhindar dari rasa pesimis dan putus asa, yuk disimak baik-baik….

1. Tentukan Tujuan Hidup

Hey kamu, ya kamu! Mau ngapain sih kamu hidup di dunia ini? Sekedar numpang hidup di dunia untuk makan dan mencari kesenangan? Atau ada tujuan lain? Kira-kira kamu diciptain sama Tuhan untuk apa dong?

Hmm…rasanya, pertanyaan itu harus dihujamkan kepada kita sebagai manusia berkali-kali. Pernahkah kita bertanya seperti itu dalam diri ini? Tentu ini menjadi bahan renungan setiap manusia, terutama seorang muslim.

Ingatlah, bahwa kita adalah manusia, hamba Allah swt. yang diciptakan untuk beribadah kepada Ia saja, dan mendapatkan ridha-Nya semata. Maka, rumuskanlah tujuan hidup untuk ibadah kepada-Nya. Untuk mewujudkan peribadahan itu, buat target-target jangka pendek dan jangka panjang. Dan tentu saja, semua target itu kita niatkan untuk mendapat ridho Allah, dan juga berikhtiar sesuai dengan apa yang sudah diatur-Nya, artinya tidak melanggar syariat-Nya.

2. Motivasi yang Besar

Butuh semangat juang dan tekad besar untuk mewujudkan tujuan hidup. Motivasi itu bisa berupa materi, misalnya modal untuk mewujudkan impian dan tujuan. Bisa juga motivasi berupa orang-orang yang dicintai, misalnya orang tua, anak-anak, suami, istri, dll. Motifnya adalah untuk menbahagiakan mereka. Namun, motivasi terbesar adalah motivasi ruhiyah, yakni dorongan untuk beribadah dan mencapai ridha Allah swt. semata.

3. Bekerja Keras

Orang-orang sukses mencapai kesuksesan tidak dengan bersantai-santai. Mungkin, ketika mereka sudah sukses akan lebih santai, karena sudah memiliki banyak asisten yang menggantikan pekerjaannya. Dalam kondisi sudah bebas finansial, uanglah yang bekerja untuk mereka, bukan mereka yang bekerja untuk uang. Namun, pada awal merintis jalan menuju sukses, dibutuhkan kerja keras. Kerja yang tidak biasa-biasa saja. Kerja yang di atas rata-rata orang bekerja. Siap untuk kerja keras?! 😉

4. Realistis

Bermimpi, tentu saja boleh. Bercita-cita setinggi gunung juga boleh. Tetapi harus diingat, cita-cita harus disesuaikan dengan modal yang dimiliki dan kemampuan yang ada. Artinya, realistis! Sebab, jika tujuan terlampau tinggi sementara modal pas-pasan, sakit rasanya jika tidak terwujud. Oleh karena itu, jika punya mimpi besar, kita harus menyiapkan modal yang besar juga. Kita pun harus melakukan langkah-langkah yang besar pula. Pencapaian pun akan sebanding dengan usaha yang kita lakukan.

5. Fokus pada Diri Sendiri

Apa maksudnya? Maksudnya adalah jangan terlalu mempedulikan apa yang sudah dicapai orang lain. Fokuslah pada apa yang ingin kita tuju dan bagaimana cara kita untuk mencapainya. Ya, cobalah unuk lebih peduli pada diri kita, pribadi kita, dan kebahagiaan kita. Maka kita akan tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang terbaik untuk kita.

6. Bersyukur

Bersyukur artinya selalu merasa cukup akan nikmat apa yang Allah swt berikan pada kita. Itulah kunci orang yang tenang hatinya. Ia tidak pernah pesimis dan putus asa. Yakinlah bahwa Allah selalu memberikan apapun yang terbaik untuk kita.

7. Berdoa

Allah swt. akan memberikan apapun keinginan bagi hamba-Nya yang berdoa. Namun, bukan berarti segala doa pasti terkabulkan. Allah swt pasti hanya mengabulkan doa yang sesuai dengan kebutuhan hamba-Nya. Jika merasa doa tidak dikabulkan, berarti Allah sedang memberi ujian kesabaran. Jadi, jangan pernah merasa putus harapan!

8. Akhirat Terbaik

Ingatlah, tujuan apapun yang ingin dicapai di dunia, akhiratlah yang terbaik. Maka jika merasa keinginan dan harapan kita tidak terkabulkan di dunia ini, ingatlah masih ada akhirat yang menjadi tujuan akhir hidup kita. Jangan mengira kita akan hidup terus di dunia ini dan akan berhenti ketika kita mati. Bahkan saat mati itulah pintu awal kehidupan kekal akan berlangsung. Jadi, jangan terlalu fokus untuk mengejar kesuksesan dunia, justru fokuslah pada apa yang ingin kita capai di akhirat, maka dunia pun akan mengikuti.

Jadi, masih galau? masih pesimis? masih mau bunuh diri? Oh tidak dong!

*sumber: Media Umat edisi149

Advertisements

Author:

a walker of the long journey seeking for the great last place in the eternal life

One thought on “Putus Asa?! No Way

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s