Posted in Catatan

Persiapan Ta’aruf: Mana CV-mu?

Hai hai….

Lama tak posting, hehe… Harap maklum, kesibukan ibu rumah tangga beranak satu yang sedang aktif-aktifnya kesana kemari ini tidak pernah berakhir kecuali si kecil tidur lelap di malam hari. Sambil curi-curi waktu di tengah-tengah rutinitas, saya ingin sekali berbagi dengan para calon suami/istri yang sedang menunggu kedatangan seorang teman hidup. Apalagi buat yang belum sama sekali ada calonnya, sabar ya, hehe…

Berangkat dari pengalaman ketika dulu taaruf dengan suami. Selain menyiapkan diri kita akan rohani dan jasmani, kita pun harus menyiapkan CV alias Curriculum Vitae juga lho. Sama seperti halnya ketika kita akan melamar pekerjaan. CV yang kita buat haruslah serius, apalagi jika kita ingin mengajukannya kepada seseorang yang kita incar, wow, berharap melalui CV itu kita bisa berlanjut pada proses taaruf berikutnya.

Nah, sebenarnya seperti apa sih CV khusus taaruf  yang ideal itu?

Setiap orang mungkin mendapatkan referensi CV taaruf dari para pendahulunya yang sudah menikah. Jadi mungkin setiap orang memiliki jenis CV yang berbeda di antara satu dengan lainnya. Hanya saja, CV taaruf yang ideal adalah JUJUR tentang diri kita apa adanya. Tetapi, jangan buat CV apa adanya ya, means kita upayakan membuat CV terbaik tentang diri kita, bukan asal-asalan. Kita serius berniat mencari teman hidup yang terbaik bukan, karena itu buatlah CV yang terbaik.

Lalu, ada apa aja di dalam CV untuk taaruf?

  1. Data diri lengkap 

Yang pertama dan utama adalah tentu saja tentang data diri lengkap kita. Apalagi ketika calon kita adalah seseorang yang tak pernah mengenal kita sama sekali. Cantumkan seluruh data diri kita di sana, mulai dari nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat rumah, nomor yang dapat dihubungi, pekerjaan, tinggi badan, golongan darah, data orang tua, hobi, dan minat. Bisa juga mencantumkan media-media sosial yang kita miliki agar si doi bisa melihat riwayat aktivitas dan interaksi kita di dunia maya sebagai referensi baginya apakah kita layak menjadi istri atau suaminya. Jangan lupa sertakan foto diri yang jelas, dengan pose terbaik dan tidak lebay tentunya, hehe.

2. Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan

Sama seperti ketika melamar pekerjaan, kita pun harus mencantumkan riwayat pendidikan formal kita sejak dini hingga pendidikan terakhir. Boleh juga kita menambahkan riwayat pendidikan non formal seperti mengikuti kursus atau pelatihan khusus, sehingga si calon bisa mengetahui kemampuan atau keahlian yang kita miliki atau pun keikutsertaan kita dalam organisasi tertentu. Bagi sebagian besar orang, riwayat pendidikan sangatlah penting. Ini juga akan menjadi pertimbangan besar bagi para calon suami istri. Begitu juga dengan pekerjaan yang ditekuni saat ini, tentunya sangat bisa menjadi pertimbangan bagi para calon.

3. Kekurangan dan Kelebihan Diri

Mencantumkan sisi kekurangan dan kelebihan diri adalah salah satu yang terpenting juga dalam CV khusus taaruf. Calon bisa mengukur dan mempertimbangkan kriteria istri atau suami idamannya dari sisi ini. Satu hal yang perlu diingat, cantumkan semuanya dengan jujur dan tidak dibuat-buat. Kalau perlu, mintalah sahabat terbaik untuk mengisi hal ini secara jujur, sehingga kita mendapatkan penilaian yang objektif tentang diri kita. Kita juga boleh mencantumkan kriteria suami/istri idaman di kolom ini.

4. Visi dan Misi Pernikahan

Kesamaan visi dan misi dalam pernikahan akan menentukan warna rumah tangga dan pondasi yang akan dibangun setelah menikah nantinya. Tulislah visi dan misi pernikahan ini dengan jelas dan gamblang. Jika dari awal sudah berbeda visi dan misi pernikahan, maka akan sulit membangun rumah tangga yang sehat dan kokoh. Landaskan segalanya hanya kepada syariat.

5. Tentang Masa Depan

Menulis tentang rencana masa depan ketika telah berumah tangga bukanlah sesuatu yang wajib di CV untuk taaruf ini. Hal ini hanyalah sekedar gambaran terkait setelah pernikahan dan juga cita-cita bagi para suami istri ketika sudah berumah tangga nanti. Kalau mau dihilangkan pun tidak apa-apa.

Itulah 5 poin yang biasanya terdapat di dalam CV khusus taaruf. Saya sendiri mencantumkan semuanya dalam CV taaruf saya. Saya ingin calon saya mengetahui dengan jelas tentang diri saya, cita-cita, serta visi dan misi pernikahan yang ingin saya bangun bersamanya.

Buatlah CV taaruf dengan sungguh-sungguh dan berharap Allah akan memberikan yang terbaik. Buatlah CV tersebut dengan rapi dan baik, sehingga bagi siapa pun yang membacanya akan terkesan dengan diri kita, sehingga layak menjadi yang terbaik untuk diri kita. Yang terpenting, jadilah yang terbaik jika ingin mendapatkan jodoh yang terbaik.

Nah, segitu saja dulu ya. Kalau ada yang kurang bisa ditambahkan sendiri ya. Semoga bermanfaat 🙂

 

pengertian-taaruf-yang-baik-dan-benar.png

Advertisements

Author:

a walker of the long journey seeking for the great last place in the eternal life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s