Posted in Uncategorized

Hey…Pindahan Yuk

Hasil gambar untuk move

 

Assalamu’alaikum….

Mungkin ini postingan terakhir di blog wordpress saya disini. Yup, saya mau pindahan ke blog tetangga, hehe… Maklum mau belajar SEO lewat blog tetangga biar lebih gampang dapet recehan dollar, hihi.

Jadi rencananya, artikel yang ada di sini akan saya pindahkan (dihapus) ke blog saya yang baru di bundamashel.blogspot.com tapi mungkin gak semuanya, hal-hal yang bersifat umum aja yang dipindahkan|| Kenapa?

Jadi sebenarnya, dari dulu saya gak pernah fokus untuk nulis di blog. Saya punya banyak blog yang akhirnya terpecah-pecah. Makanya saat ini saya berusaha fokus nulis di blog baru saya itu sekarang. Kenapa bikin baru lagi? Karena saya ingin belajar SEO, bagaimana menulis artikel yang baik dan bagus hingga akhirnya bisa nongkrong di pejwan mbah google. Kenapa harus di blogspot? Karena bisa pasang adsense, ya lumayan lah bisa jajan-jajan dikit dari hasil tulisan kita kalau ada yang ngeklik iklan, hehe…

Jadi ya begitulah kira-kira alasan saya untuk pindah blog dari wordpress ke blogspot lagi.

Oke deh, sampai ketemu di Blog Catatan Bunda Mashel

Wassalamu’alaikum…

Vibie

 

Advertisements
Posted in Catatan, It's ME, Uncategorized

Our Meeting

Entah kenapa ingin sekali menulis tentang hari-hari ketika aku dan suami pertama berkenalan, bertemu, dan akhirnya menikah. Mungkin karena awal tahun 2016 ini, banyak sekali teman-temanku yang sudah menemukan jodohnya, alhamdulillah… Jadinya serasa ingin mengulang masa-masa taaruf saat itu, hihi… Well, let me share a little story about us:

#140614

Sore itu, entahlah kenapa hati terasa begitu galau (eaa…). Curhatlah aku dengan seorang sahabatku tentang perasaan waktu itu, tentang cerita-cerita yang sempat terjadi di antara kami berdua, dan tentang masa depan.

Continue reading “Our Meeting”

Posted in Segores Pena, Uncategorized

Sebingkai Cerita Tentangmu, Aku Rindu!

Rindu. Hanya ada satu kata yang kurasa saat ini. Ya, rindu!

***

“Teeeh…..” biasanya panggilan itu terdengar nyaring tiap waktu, menggema dalam sudut ruang jiwaku. Hingga kadang aku merasa kesal karena kenapa hanya aku saja yang dipanggil, bukan “Niiit….” atau “Leeen….”. Tetapi kadang aku berpikir, mungkin karena aku lebih bisa menolongnya dibandingkan kedua adikku.

***

Continue reading “Sebingkai Cerita Tentangmu, Aku Rindu!”

Posted in Uncategorized

Rumahku, dimana?

Hello Wednesday…

Hari-hari menjadi ibu rumah tangga memang selalu berada di atas rel yang lurus. Entahlah. Kadang bosan? Iya, jujur aja. Tapi itulah ibu, wanita yang punya tugas mulia untuk mengurus anak & suami, juga rumah. Jadi, nikmatin aja….Lagipula itu pilihanku untuk menjadi ibu rumah tangga dan bukan wanita karir. Lho kenapa? Karena jadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang mudah. Lha terus ngapain kuliah tinggi-tinggi kalau akhirnya ngurus rumah dan anak, semua perempuan juga bisa, bahkan perempuan yang tidak berpendidikan sekalipun. Beda lah, wong beda orang, beda pemikiran, beda didikan, pasti beda semuanya. Jadi ibu rumah tangga juga butuh ilmu, means cara mendidik anak dan cara mengurus rumah tangga pun akan sesuai dengan ilmu yang dia dapat. Jadi, ibu rumah tangga pun butuh sekolah tinggi, tapi bukan Fakultas Ibu Rumah Tangga juga ya, hehehe….you know what I mean?

Well anyway, itu cuma prolog aja sih sebenernya. Gara-gara tadi baru habis baca artikel, menjadi ibu rumah tangga profesional dengan gaji surga. Hehe. So, what I’m going to talk? Aku cuma pengen nulis tentang rumah. Ya, Rumah! Impian semua ibu rumah tangga adalah punya rumah sendiri. Bukan rumah kontrakan, rumah orang tua apalagi pondok mertua indah. Heuheu.

Rumah adalah tempat berlindung bagi manusia dari panasnya matahari, dari dinginnya malam, dari basahnya hujan, dari kencangnya angin. Rumah adalah tempat berkumpulnya keluarga, saling berbagi suka dan duka, yang menyimpan kenangan bersama.

Aku sendiri sampai saat ini belum punya rumah setelah berumah tangga. Wajar ya, masih tahap awal berumah tangga. Masih ngos-ngosan, hehe. Tetapi aku dan suami selalu mengusahakannya. Ini adalah impian pertama kami. Apalagi kami sudah punya anak, rasanya tak enak tinggal terus di rumah orang tua atau ruko yang selama 9 bulan ini kami tempati.

Rumah adalah impian setiap keluarga. Begitu pula dengan kami yang sudah berumah tangga dan tidak lagi tinggal bersama orang tua. Hanya saja untuk mendapatkan rumah tidaklah mudah. Apalagi di zaman kapitalisme yang serba sulit seperti sekarang. Membeli rumah baru butuh puluhan, ratusan, bahkan milyaran rupiah. Akan tetapi banyak usaha properti yang menawarkan kemudahan, seperti misalnya kredit pemilikan rumah (KPR). Biasanya perusahaan properti ini bekerja sama dengan bank. Sehingga konsumen mendapatkan kemudahan dengan mencicil untuk bisa membeli rumah dalam jangka waktu yang cukup panjang. Akan tetapi, sistem keuangan negeri ini ditopang oleh ekonomi kapitalisme, sehingga segala sesuatunya menjadi lebih rumit, misalnya terdapat bunga di KPRnya. Padahal bunga atau riba diharamkan Allah swt. Banyak terdapat ayat yang mengharamkan bahaya riba dan konsekuensi akibat memakan harta riba di dunia.

Itulah yang menjebak kaum Muslimin sekarang. Terjebak dalam jerat sistem kapitalisme yang dapat menumpuk dosa besar yang tidak terasa. Ahh sulit memang hidup di zaman sekarang. Untuk mendapatkan tempat perlindungan pun masa harus terjerat riba. Iih naudzubillah

Tapi alhamdulillah sih, sekarang banyak perusahaan properti dan developer yang sesuai dengan syariah, sehingga kaum muslimin di negeri ini mendapat kemudahan tanpa riba dan tanpa akad yang bathil. Ahh…semoga bisa cepet kesampaian beli rumah sendiri. Entah melalui KPR syariah, atau hasil tabungan sendiri, ups sama suami maksudnya.

Ahh…Ya Allah, semoga Engkau mudahkan selalu usaha kami untuk mendapat rumah kami, surga kami di dunia, tanah kami untuk menanam dan menumbuhkan benih-benih kebaikan. Mudahkan kami ya Allah, agar kami bisa didik anak-anak kami menjadi anak-anak cemerlang yang shaleh di rumah kami sendiri. Aamiin….

rumah2bminimalis2b1
rumahku, surgaku, biar kecil tapi punya sendiri, hehe