Posted in Catatan

Selimut Ramadhan

Alhamdulillah ya Allah…. masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun ini. Meskipun begitu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi begitulah waktu, selalu berputar dan tak pernah ada yang bisa memintanya untuk berhenti sejenak meskipun sedetik saja.

Kehangatan bulan Ramadhan selalu sama, hanya saja selimutnya yang berganti. Ya, kata selimut hanyalah sebuah kiasan. Kiasan sebuah kehidupan.

Ada yang pergi dan akan selalu ada yang datang. Ada wajah-wajah baru menemani hidup kita yang tak pernah kita sangka sebelumnya, menghiasi bulan Ramadhan kali ini.

Begitulah kehidupan. Rodanya selalu berputar naik dan turun. Kadangkala kita berada di atas, tapi tak selamanya karena roda pun bergerak turun. Syukur dan sabar adalah obat paling manjur untuk menghadapi dunia ini.

Selimut Ramadhan selalu berganti tiap tahunnya, namun tak mengurangi kehangatannya. Allah memberkahi bulan ini, sehingga selalu ada sinar menerangi tiap insan manusia yang beriman kepada-Nya.

Ya Allah, pertemukanlah kami dengan Ramadhan-Mu di tahun berikutnya. Meski selimutnya berganti, hangatkan kami selalu dengan Ramadhan-Mu. Aamiin….

*untuk ibuku almarhumah Hetti Herawati, semoga Engkau selalu melindunginya di alam sana ya Allah dan mempertemukan kami kembali di jannah-Mu

*untuk suamiku, Faisal Anugrah Hasibuan, ini adalah Ramadhan pertama kita, sahur dan buka pertama kita, semoga kita selalu bisa menikmati Ramadhan dalam suka dan duka

*untuk buah hatiku Mashel Nadhira Ramadhani Hsb., semoga Engkau jadikan ia anak yang shaliha, yang menjadi penghibur dan syafaat bagi orang tuanya

Posted in Catatan

Be Brave and Take a Challenge

Bicara tentang kehidupan memang tak akan pernah ada habisnya. Selama kita diberi kesempatan untuk bernafas, bergerak, melihat, mendengar, serta hal lainnya yang luar biasa, kita masih memiliki waktu untuk melakukan banyak hal. Salah satunya adalah memperbaiki diri.

Kehidupan adalah sesuatu yang dinamis. Ia bergerak dengan cepat mengikuti waktu dan skenario yang telah disiapkan oleh Penciptanya. Namun manusia pun masih memiliki upaya untuk mengubah dirinya selama ia masih memiliki kesempatan, yaitu hidup. 

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam, yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat Muslim seluruh dunia. Bagaimana tidak? Allah akan ‘mengobral’ pahala sebanyak-banyaknya dan juga membuka pintu ampunan seluas-luasnya. Siapa yang tidak tergiur dengan hal tersebut? Bagi para hamba-Nya yang mengaku beriman sudah barang tentu ia akan memanfaatkan bulan Ramadhan ini sebagai momen untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah swt. 

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas diri adalah dengan menantang diri kita dengan sesuatu yang baru. Bukankah ada pernyataan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Untuk menciptakan pengalaman baru, artinya kita harus membuat tantangan bagi kita sendiri. Atau setidaknya melibatkan diri dengan sebuah tantangan. Mau tantangan besar atau kecil, tidak masalah, kita akan selalu mendapatkan hal positif dalam segala peristiwa. Yang terpenting adalah bagaimana sikap dan posisi kita dalam menerima tantangan yang nanti akan menjadi pengalaman berharga itu. Apakah kita siap menerima segala resiko terhadap keputusan yang kita ambil? Hanya saja, kita pun harus pandai mengukur diri. Perkirakan tantangan yang akan kita ambil itu akan kita sanggup menjalaninya. Jangan mendzalimi diri sendiri. Allah saja tidak akan memberikan ujian yang melebihi dari kemampuan hamba-Nya, bukan? 

Nah, oleh karena itu, salah satu untuk meningkatkan kemampuan diri kita adalah melibatkan diri dengan tantangan. Dari sana akan lahir pengalaman hidup yang berarti, dimana kita bisa belajar banyak. Jika melakukan kesalahan, kita pun akan belajar untuk tidak mengulanginya lagi. Dengan begitu kita pun sudah berhasil menaikkan kemampuan kita. Jika kita merasa nyaman dengan hidup kita, artinya kita tidak ingin berusaha untuk memperbaiki diri dengan lebih lagi, padahal kesempatan itu sedang terbuka. Banyak orang  terjebak dalam situasi hidup yang nyaman, padahal hal itu tidak akan membuatnya lebih baik. Orang yang sukses biasanya adalah orang yang memiliki pengalaman hidup yang membuatnya banyak belajar. Jadi, kalau ingin mendapatkan banyak pelajaran hidup, setidaknya kita harus meninggalkan zona nyaman hidup kita, sedikit demi sedikit.

 

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini adalah saatnya bagi kita untuk membuat tantangan. Belum terlambat, kok! Apa salahnya kita menambah jumlah rakaat pada shalat tahajjud kita, meski sebelumnya tarawih sudah kita lakukan. Apa salahnya jika kita menambah lembaran-lembaran bacaan Al-Quran meski sebelumnya kita sudah mengikuti pengajian di majelis-majelis ta’lim. Apa salahnya menaruh selembar atau dua lembar pada sebuah kotak amal, meski nanti kita wajib untuk membayar zakat. Justru Allah akan menambah banyak kebaikan di sisi kita yang berlipat-lipat kalinya untuk tabungan amal kita. 

Sebuah tantangan tidaklah harus besar. Asal kita mau dan berani untuk menaikkan kemampuan, serta konsisten dalam menjalankannya, insya Allah kita akan bisa melewatinya dan akhirnya terbentuklah kebiasaan baru yaitu ‘habits’. Pada awalnya memang akan terasa berat, tetapi ketika kita ikhlas hanya mengharap ridho Allah saja, lama-lama pun akan terasa ringan.

Belajarlah sejak sekarang, selagi ada kesempatan. Karena hidup hanya sekali, jadi manfaatkan sebaik mungkin untuk mengumpulkan kebaikan. 🙂

 

 

*note : dakwah itu seperti bercermin, ketika kita berbicara pada orang lain, kita pun harus menyeru pada diri sendiri, “sudahkah saya?”