Posted in Catatan, Opini

Idealisme Mahasiswa, Kemana?

Akhirnya…..aku bisa nulis lagi di blog ini, setelah sekian lama browser atau mungkin servernya mendadak aneh, haha (curcol). Tadinya sih gak akan nulis topik dengan judul mahasiswa. Tapi karena gak sengaja nemu thread asik di kaskus jadi kepingin nulis topik ini. Ya gitu deh, suka labil kalo nulis, suka bergantung sama suasana hati atau suasana politik dan lingkungan. Mungkin makanya kenapa kita gak boleh ngambil catatan sejarah sebagai sumber rujukan karena selalu terpengaruhi oleh situasi politik yang terjadi, jadi gak objektif (kadang).

Well, anyway….

Sebenernya ini udah pernah aku tulis di rubrik opini pas ada momen Sumpah Pemuda. Cuma kayaknya, topik tentang idealisme mahasiswa selalu menarik untuk dibahas. Yaiyalah, secara mahasiswa kan katanya penerus bangsa, tapi ngeliat mahasiswa sekarang kebanyakan lebih mikirin kuliah dan IPK, gimana nasibnya bangsa ini?

Continue reading “Idealisme Mahasiswa, Kemana?”

Posted in Opini

Saatnya Pemuda Bangkit Menuju Kebangkitan Hakiki

Pemuda dan Realita Sekarang

Pemuda adalah sosok yang menjadi penentu masa depan bangsa. Pemuda adalah masa produktif seorang manusia yang memiliki semangat hidup tinggi dan pemikiran yang cerdas. WHO mengkategorikan pemuda berusia kisaran antara umur 15 tahun hingga 24 tahun, begitu pula definisi yang diberikan oleh World Bank dan United Nations General Assembly. Pemuda menjadi harapan dan tumpuan bangsa, karena pada akhirnya mereka yang akan membawa bangsa ini menuju bangsa yang maju atau justru sebaliknya. Pemuda adalah pilar negara dimana mereka akan menjadi corak penentu bangsa. Dengan semagat yang gigih, pemikiran yang cerdas, dan kritis, para pemuda sangat diharapkan oleh masyarakat agar membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Namun, bagaimana dengan realita pemuda sekarang?

Pemuda saat ini identik dengan hura-hura, hedonisme, pergaulan bebas, individualis, dan sangat pragmatis, tidak lagi peka terhadap keadaan. Hanya sedikit suara pemuda yang kritis dan berani. Padahal bangsa ini telah berada dalam jurang kehancurannya. Dimana peran pemuda saat ini ketika masyarakat membutuhkannya? Pemuda saat ini tak lagi memiliki idealisme yang jelas. Mereka cenderung terbawa oleh gaya hidup bebas yang menggiurkan. Idealisme yang mereka punya luntur begitu saja ketika disodorkan berbagai kesenangan dan kenikmatan duniawi. Pragmatisme melanda hampir seluruh pemuda bangsa ini, mereka tidak tahu bagaimana cara mengatasi persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, bahkan sama sekali tidak tahu dengan masalah yang terjadi. Suara kritis mereka hilang ditengah gelombang hiburan yang menghinoptis pikiran dan jiwa. Materialisme diagungkan demi memenuhi kenikmatan sesaat itu. Sebagian yang lain, yang tertekan atas himpitan ekonomi dalam pendidikan, lebih memilih untuk fokus menyelesaikan studi agar setelah lulus nanti dapat segera menukarkan tenaga dengan uang yang sudah terbuang demi pendidikan. Itukah pemuda harapan bangsa? Yang hanya memikirkan kesenangannya saja, atau yang terus mengejar materi demi kelangsungan hidupnya sendiri? Mau dibawa kemana masa depan bangsa ini, jika pemudanya saja tidak peduli dengan nasib bangsanya sendiri. Pemuda tak lagi bisa diharapkan, kecuali dengan mengubah mind-set dan jalan hidupnya.

Continue reading “Saatnya Pemuda Bangkit Menuju Kebangkitan Hakiki”