Posted in Catatan

Tiga Sungai Pembersih Dosa

“ALLAH swt telah membuat tiga sungai untuk membersihkan tubuh orang-orang yang berdosa.Jika ketiga sungai tersebut belum cukup maka Allah swt akan membersihkannya di sungai jahannam.

Ketiga sungai tersebut adalah;

Continue reading “Tiga Sungai Pembersih Dosa”

Advertisements
Posted in Hadits

Repost – The Power of True Love

“Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”

(HR. Bukhari dan Muslim)
Ada peribahasa “banyak jalan menuju Roma”. Peribahasa ini mengandung arti bahwa begitu banyak cara untuk meraih impian dan harapan. Begitu pula bagi kita seorang Muslim, “banyak pintu menuju surga”! Ya, begitu banyak cara yang dapat dilakukan oleh para Muslim untuk mendapatkan tiket ke surga. Tapi tentunya tidak mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Perbuatan apa saja itu? Tentu saja harus sesuai dengan apa yang telah diperintahkan dan jauh dari larangan Allah swt. Selain itu, untuk mendapatkan tiket surga tidak cukup hanya sebatas ibadah wajib saja! Kita perlu menambah tabungan amal kita melalui amalan sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Hanya saja, apa-apa yang kita lakukan haruslah berasal dari kesadaran diri kita sendiri serta niat yang lurus karena Allah saja, dan hal itulah yang pada akhirnya akan mengundang datangnya ridho dari Allah swt. Akan tetapi kadang-kadang, kesadaran atau niat yang lurus itu tidak datang ketika kita tidak mencintai Allah. Oleh karena itu, sebagai hamba, sudah seharusnya kita menaruh cinta kita pada Sang Pemilik Cinta, yaitu Allah swt.
Kekuatan cinta tunggal atau Mahabatullah itu merupakan kekuatan cinta tertinggi di antara kekuatan cinta lainnya. Tentu saja! Kita mencintai bukan pada sembarang orang, tapi kepada Sang Pencipta cinta itu sendiri. Ada satu hadits so sweet yang baru saja kutemukan hari ini ketika mengikuti kajian ‘Pilar-Pilar Pengokoh Nafsiyah Islam‘. Disebutkan bahwa jika seorang hamba telah melaksanakan apa yang diwajibkan Allah kepadanya, lalu diikuti dengan melaksanakan ibadah yang disunahkan, dan bertaqarub kepada Allah dengan perkara yang disunahkan, maka Allah akan mendekat kepadanya dan akan mencintainya. Dalam hadits dari Abu Umamah riwayat ath-Thabrani di dalam Al-Kabir, disebutkan:
“Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya), Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; Aku akan menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku akan menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdoa kepada-Ku, maka pasti Aku akan mengabulkannya. Jika ia meminta kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka Aku pasti akan menolongnya. Ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat”.
Subhanallah… I’m already speechless! :’)
Begitulah kekuatan cinta dari Sang Pemilik Cinta, begitu kuat dan besar! Kita mungkin dapat membandingkan dengan diri manusia yang telah dianugerahi oleh Allah dengan gharizah nauatau naluri berkasih sayang, yaitu ketika kita mencintai seseorang, kita bisa memberikan apapun yang mereka inginkan, agar orang-orang yang kita cintai semakin cinta kepada kita. Itu baru sebatas cinta sesama manusia. Bagaimana dengan kekuatan cinta dari Allah. Ketika kita selalu melaksanakan apa yang  telah diperintahkan-Nya, kemudian kita semakin dekat dengan-Nya, tentu saja Allah akan semakin mencintai kita karena perjuangan cinta kita untuk-Nya. Dan Allah tidak akan melepaskan begitu saja para hambaNya yang besar cintanya untuk Allah. Bahkan ada pula hadits di bawah ini:
‘Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila Allah mencintai hamba, maka Jibril memanggil : “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia”. Maka Jibril mencintainya. Lalu Jibril memanggil penghuni langit: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia”. Maka penghuni langit mencintainya, kemudian di bumi ia menjadi orang yang diterima”.
(HR. Bukhari, Muslim, Imam Malik, dan Turmudzi)
I’m speechless again :’)
Tak bisa dibayangkan oleh logika manusia yang sangat terbatas dan lemah, Allah swt. akan menyuruh seluruh penghuni langit dan bumi untuk mencintai hamba yang Ia cintai, dan pasti seluruh penghuni langit dan bumi itu akan senantiasa mendoakan kebaikan hamba yang Allah cintai itu. Tentu saja, jumlah penghuni langit dan bumi tidak dapat kita hitung, karena jumlah mereka sangat banyak sekali.
Itulah keagungan dari Sang Pemilik Cinta Sejati. Sebagai seorang Muslim tentunya kita tidak ingin melewatkan berkah cinta dari Sang Pencipta, bukan?! Oleh karena itu, mari kita berlomba-lomba mendapatkan cinta sejati dari-Nya. Ya, itulah cinta sejati sepanjang masa yang tak akan pernah berakhir. Tidak seperti kebanyakan bualan atau gombalan para pejuang cinta dunia.
So, what are we gonna wait for? Let’s be the love chaser, I mean, let’s be His love chaser! Ready?! 😉
Posted in Catatan, Menu

Heran?!

Sering aku heran oleh banyak hal yang terjadi. Banyak orang yang mengaku kalau ilmunya tinggi, pengetahuannya banyak, wawasannya luas, dan bla bla bla, tapi ketika disinggung atau disampaikan kepadanya tentang ayat-ayat Allah, pura-pura tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu. Heran?!

Kadang aku juga heran dengan sesuatu yang sebenarnya sering terjadi di masa dunia yang sudah tua ini. Al-Quran sudah turun sempurna, semua aspek kehidupan manusia secara jelas diterangkan oleh ayat-ayat Al-Quran, tetapi mengapa banyak orang masih mempertanyakan kesesuaian Al-Quran dengan zaman sekarang? Mereka banyak berkilah bahwa Islam terlalu tradisional dan kuno untuk diterapkan saat ini. Padahal bukankah Allah telah menyatakan bahwa Islam itu sempurna hingga akhir zaman. Heran?!

Heran juga diriku ini ketika melihat ada orang tua yang mengaku Muslim tetapi membiarkan anaknya dengan bangga memperlihatkan auratnya di depan umum. Entahlah apa yang dipikirkan orangtuanya saat itu. Hanya saja aku heran, kok bisa ya?! Padahal orang tuanya menutup aurat, tetapi anaknya sendiri dibiarkan terbuka auratnya. Padahal ia pasti tahu bagaimana wajibnya menutup aurat dalam Islam. Ada juga orang tua yang bangga dan membangga-banggakan anaknya yang sudah pacaran. Apakah ia tidak tahu besarnya dosa orang mendekati zina? Hmm… heran!

Dan aku pun heran, ketika ada seseorang yang telah mengkaji Islam ideologis tetapi ia tetap diam dalam barisan dan tidak bergerak seolah-olah pemahaman yang ia dapatkan itu terbang ditiup oleh angin. Dan banyak pula yang keluar dari barisan dengan banyak alasan, yang ternyata setelah diperhatikan ia lebih mementingkan urusan duniawinya (apalagi kalau bukan itu), hingga tak jarang mereka tersesat pada jalan yang lebih jauh dan gelap.

Mungkin rasa heranku ini memang menandakan betapa mundurnya cara berpikir umat Islam saat ini, sehingga mereka tidak sadar betapa lemahnya iman mereka, betapa miskinnya ilmu mereka, dan betapa tingginya hasrat mereka untuk dunia.

Namun, sering juga aku heran dengan diriku sendiri yang masih bergulat dengan permasalahan sendiri sehingga aku lalai dari amanah dakwah ini, sering juga aku kecewa dengan diriku sendiri yang belum bisa mempersembahkan yang terbaik untuk agama ini. Sehingga aku pun harus terus mengevaluasi diriku sendiri agar aku pun bisa memperbaiki umat secara bersama-sama demi agama Allah ini, sehingga umat Islam pun bisa kembali menjadi umat terbaik di muka bumi.

heran?