Posted in Segores Pena

Repost : Metafora

Hari itu, matahari begitu panas teriknya.  Apalagi sambil berjalan di atas pasir berkilauan layaknya berdiri di atas serpihan bara api. Angin siang membelai lembut kulit di pipiku yang dari tadi terlihat kusam dan berminyak. Aku melihat ke segala penjuru arah, seluas mata memandang.  Langit biru berhias awan putih yang tipis, menemani gagahnya matahari siang itu. Mereka seolah tak ingin menyingkir atau pun berkumpul bersama menghalangi raja siang di atas singgasananya yang tinggi di langit luas.  Ombak pun terlihat tenang mendukung suasana hari itu. Mereka berkejaran dan berlomba menghampiri diriku. Kucoba menyingkir dari kejaran mereka, hanya saja aku tak bisa. Mereka begitu cepat berlari, hingga akhirnya pakaian aku pun menjadi basah. Aku tertawa lepas, selepas angin berhembus yang menerbangkan layang-layang. Aku kembali berlari mengejar ombak, menggapai sisi lautan, hanya saja aku tak berani. Aku terdiam di atas batu karang besar di bawah batuan tebing. Kuhampiri sebuah pohon besar di sisi tebing, aku terduduk sambil melihat pemandangan siang itu. Aku tersenyum melihat pemandangan ini. Perasaan penatku selama ini hilang seketika dengan obat alami dari alam ini. Aku termenung.

Continue reading “Repost : Metafora”