Posted in Quote

Quotes of the Day

“Real success is determined by two factors.

First is faith, and second is action.”

– anonymous

“Kesuksesan sejati ditentukan oleh dua faktor.

Pertama adalah keyakinan, dan yang kedua adalah tindakan.”

Advertisements
Posted in Hadits, Renungan

Allah Sesuai dengan Prasangka Hamba-Nya :)

Allah sesuai dgn prasangka hambaNya

Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas adalah salah satu hadits yang paling banyak kuingat. Bagaimana tidak? Allah swt. memberikan motivasi untuk hamba-Nya agar kita senantiasa berprasangka baik kepada-Nya, karena Allah sesuai dengan prasangka kita. Jadi kalau kita akan atau sedang mengerjakan sesuatu berharaplah bahwa kita akan mampu menyelesaikannya karena Allah pun tidak akan memberi cobaan yang lebih dari kemampuan kita, bukan? Jadi kalau kita punya masalah, jangan anggap masalah itu sesuatu yang besar hingga kita merasa berat. Akhirnya, karena kita menganggap masalah kita itu adalah sesuatu yang berat, kita pun banyak mengeluh dan merasa kesal. Ingat itu adalah prasangkamu, yang berarti Allah pun memberikan sesuatu sesuai dengan prasangkamu itu. Jadi, jika kita sedang mendapat ujian hidup, ingatlah bahwa kita punya Allah, kita pasti akan dengan mudah melewati ujian hidup itu. Insha Allah, Allah pun akan memudahkan semuanya. Nikmat bukan? 🙂 Nah, mulai sekarang cobalah untuk selalu ber-khusnudzan kepada Allah swt. karena segala yang datang dari Allah adalah baik untuk kita.

Kemudian, coba perhatikanlah kata-kata hadits berikutnya, semakin kita mendekatkan diri kita kepada Allah dengan bentuk ketakwaan kita, semakin dekat pula Allah dengan kita, bahkan lebih lagi. Itulah bentuk kecintaan Allah pada hamba-Nya, sangat indah bukan?! Mari kita evaluasi lagi diri kita, sudahkah kita berkhusnudzan pada Allah? Sudahkah kita selalu mengingat Allah, baik di kala senang maupun susah? Sudahkah kita berusaha mendekati Allah? Yuk kita ngaca diri kita 😉

Posted in Hadits, Renungan

Leave It or You’ll Regret!

Hadith of the day:

“Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa saja yang tak berguna baginya.” (HR. at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad, Ibn Hibban, al-Baihaqi, dan Malik)

Hadits ini tentunya sangat menampar sekali, bukan hanya saya tetapi mungkin Anda pun begitu. Yup! Ketika kita mengakui bahwa kita menggenggam Islam dalam hidup kita, tentunya kita sudah mengetahui setiap konsekuensi yang harus dijalani. Termasuk untuk meninggalkan perkara yang tidak berguna. Perkara tidak berguna dalam hadits ini adalah setiap apa-apa yang tidak membawa kebaikan bagi hidup kita, termasuk hal-hal haram (tentunya), syubhat, makruh, dan sebagian perkara mubah.

Adalah suatu peringatan bagi kita untuk senantiasa memanfaatkan waktu yang tersisa dalam hal kebaikan. Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita hidup di dunia. Siapa tahu, Malaikat Izrail mencabut nyawa kita ketika kita sedang lalai (na’udzubillah). Memang, kadang terasa jenuh melanda pada diri kita. Namun, lagi-lagi hadits ini adalah sebagai peringatan bahwa kita tidak bisa sembarang dalam berbuat atau berucap dalam hal yang tidak berguna. Mungkin kita sering tidak menyadari betapa banyak waktu yang terbuang untuk kesia-siaan. Astaghfirullahal’adziim…

Hadits tersebut memerintahkan kita untuk meninggalkan apa-apa yang tidak berguna bagi kita, baik ucapan maupun perbuatan, karena hal tersebut tidak akan mendatangkan kebaikan dari sisi Allah. Bisa saja itu membuat kita semakin jauh dari Allah, bukan?! Di hari akhir nanti, kita tentu akan sangat menyesali waktu yang kita buang sia-sia. Oleh karena itu, Rasul memperingatkan kita di jauh-jauh hari agar kita tidak menyesal nanti.

Remember, no word ‘LATE’ till we really stop breathing. Allah is The Most Gracious and Most Merciful.